Baru saja membulatkan tekad untuk serius berkarya melalui blog, ternyata menemukan tulisan ini. Harus diakui tulisan itu punya pengaruh juga pada niat untuk serius blogging.

Tulisan berjudul “Senjakala Blogging di Indonesia” ini mengulas tentang dampak maraknya microblogging seperti Twitter, Plurk, dan juga Facebook. Akibat dari maraknya microblogging tersebut aktifitas blogging para blogger menurun, banyak blog yang terbengkalai oleh pemiliknya. Sang penulis mengulas fenomena tersebut dalam kaitannya dengan marketing produk yang sebelumnya menjadikan media blog sebagai salah satu cara marketing.

Ya boleh-boleh saja aktifitas blogging dan efek yang ditimbulkannya mengalami penurunan, memang sudah alamiah seperti itu, manusia cenderung mengikuti trend dan setelah itu surut. Tapi tujuan saya menulis tidak semata-mata ingin populer, tapi ingin berkarya, itu saja. Berbagi berbagai pengalaman yang saya dapatkan di dunia profesi yang saat ini saya tekuni. Saya percaya bahwa berbagai ilmu itu sama seperti menanam pohon buah. Memang berat awalnya, harus menyiapkan tanahnya, menyirami, dan memupuk, tapi jika ikhlas dan tekun pohon pun akan mengembalikannya kepada kita dengan memberikan buahnya yang ranum.

Walau katanya blogging mengalami senjakala, tapi toh aktifitas tulis menulis sejak berabad lampau hingga hari ini tidak pernah lekang oleh waktu. Jadi, “Menulislah! Atau kau akan terlindas oleh sejarah!”, demikian seorang sastrawan pernah mengingatkan. Dan walau kecil, aku ingin terukir dalam sejarah manusia, tidak hilang begitu saja seiring kefanaanku di dunia ini.

Maka, kuucapkan selamat datang kawan di blog “The Bakoel” ini. Blog tentang dunia “per-bakul-an” atau istilah kerennya marketing and sales. Semoga banyak manfaat yang bisa diambil dari sini.